Project Kami

Bahan SBR dan EPDM, Ketahui Informasi Bahan Baku Karet Ini!

Bahan SBR dan EPDM

Bahan SBR dan EPDM

Bahan SBR dan EPDM. Pastilah Anda sudah mengenal karet bukan. Karet sudah dipakai selama ribuan tahun oleh manusia, bahkan diproduksi dalam berbagai variasi dengan karakteristik berbeda sesuai dengan kebutuhan.

Karet ini pun sudah menjadi bahan baku penting berbagai produk dari ban pesawat terbang, komponen perangkat militer, komponen mobil, bantalan jembatan, sarung tangan bedah, bahkan sampai dengan penghapus dan karet gelang maupun karpet atau rubber floor.

Lalu tahukah Anda apa yang menjadi bahan baku rubber floor? Ada 2 yaitu bahan SBR dan EPDM, untuk informasi lebih lanjut simak ulasan berikut ini.

Bahan Baku SBR

Dari kedua bahan baku yaitu bahan SBR dan EPDM, mari kita simak ulasan informasi mengenai bahan SBR dibawah ini.

Umumnya, jenis karet terbagi menjadi dua macam yaitu jenis karet alam dan karet sintetis atau buatan. Kedua jenis karet ini mempunyai sifat, karakteristik, keunggulan dan kelemahan yang berbeda sehingga dalam penggunaannya pun harus dipakai berdasarkan jenis karet tersebut.

Jenis karet yang paling sering digunakan yaitu sebagai bahan baku yang bernama Styrene Butadiene Rubber atau SBR, merupakan karet sintetis yang paling sering digunakan dalam pembuatan bahan baku beberapa benda yang terbuat dari karet.

Biasanya jenis karet SBR ini sering digunakan saat akan membuat ban kendaraan bermotor. Jenis karet ini memiliki ketahanan kikis yang baik serta untuk panas yang ditimbulkan dari jenis karet ini pun bisa dikatakan rendah.

Untuk kandungannya sendiri, jenis karet SBR memiliki kandungan lebih dari 50% serta dihasilkan dari sebuah proses polimerisasi. Sementara untuk sifat, SBR ini mempunyai sifat tahan terhadap beberapa jenis pelarut polar seperti asam encer.

Untuk manfaatnya sendiri, bisa dibilang 60% SBR ini dihasilkan di Amerika dan sebagian besar dipakai di dalam industri bahan perekat dan ban mobil, bukan hanya itu juga banyak yang digunakan sebagai bahan pelapis, mainan anak-anak, pembungkus makanan, sepatu, sabuk dan lainnya.

Yang paling dominan, jenis karet SBR ini memang kerap digunakan pada industri otomotif, khususnya ban kendaraan dengan penggunaan bahannya bisa mencapai 76% dari konsumsi keseluruhan.

Bahan Baku EPDM

EPDM merupakan singkatan dari Ethylene Propylene Diene Monomers yang mana ini adalah jenis karet sintetis dengan kepadatan tinggi. Jenis ini tidak tahan panas seperti silikon tetapi mampu menahan suhu tinggi hingga 130 ° C. itulah mengapa sering digunakan sebagai komponen dalam berbagai industri termasuk industri, konstruksi dan otomotif.

Untuk suhu yang lebih rendah, EPDM ini nantinya akan mencapai titik getas pada -40 °C. EPDM pun memang sudah populer sebagai karet luar ruangan karena tahan terhadap pelapukan termasuk tahan asam dan alkali.

Dalam hal ini, maka Anda biasanya akan menemukannya digunakan seperti untuk segel jendela dan pintu atau lembaran anti air. EPDM ini pun mempunyai pertumbuhan potong dan ketahanan sobek.

EPDM pun kerap digunakan untuk komponen yang harus mencegah aliran cairan sekaligus tetap fleksibel. Karet ini pun bisa dimanfaatkan untuk memberi cushioning atau elastisitas. Walaupun mempunyai kekuatan tarik yang cukup baik, EPDM ini nyatanya bersifat lentur sehingga tidak cocok untuk komponen kaku, seperti roda gigi, batang mesin, dan palang struktur.

Perbedaan Silikon dengan EPDM

Ketika memilih karet untuk digunakan, maka biasanya banyak Insinyur akhirnya harus membuat pilihan antara memilih silikon atau EPDM. Lalu manakah pilihan yang tepat? Bagaimana keduanya cocok satu sama lain? Apa itu EPDM dan jika Anda harus memilih di antara keduanya, bagaimana harus memutuskannya?

EPDM dan Silikon sebenarnya berbagi sejumlah fitur seperti ketahanan lingkungan yang sangat baik, namun ada juga sejumlah perbedaan yang signifikan dan penting untuk mengetahuinya saat membuat keputusan pembelian Anda.

Silikon merupakan campuran dari karbon, hidrogen, oksigen dan silikon dimana campuran ini memberikan sejumlah manfaat yang EPDM tidak miliki. Silikon jauh lebih tahan panas, serta mampu menahan suhu hingga 230 °C dengan tetap mempertahankan sifat fisiknya. Apalagi, ini populer di industri makanan dan minuman.

Kedua aspek ini pun pada akhirnya membuatnya ideal untuk digunakan sebagai membran vakum pada mesin yang dipakai untuk memproduksi panel surya serta furniture laminasi, yang biasanya disebut mesin pembentuk vakum.

Sementara untuk EPDM dan silikon nantinya akan membengkak jika misalnya ditempatkan dalam minyak untuk waktu yang lama pada suhu tinggi, dimana silikon mempunyai ketahanan terhadap minyak makanan pada suhu kamar. Itulah mengapa sering digunakan dalam pengolahan minyak makanan sebagai segel dan gasket untuk mesin pengolahan. 

Lalu bagaimana memilih di antara keduanya? Yaitu dengan memahami tujuan penggunaan dan aplikasi yang tepat. Tentunya dengan mengidentifikasi bagaimana Anda ingin menggunakannya, kondisi seperti apa yang akan dikenakan dan bagaimana Anda membutuhkannya. 

Bagaimana? Sudahkah Anda paham mengenai bahan SBR dan EPDM ini? Dan sudahkah Anda memahami seperti apa perbedaan silikon dan EPDM? Sebenarnya penggunaan bahan baku ini bisa dipertimbangkan sesuai dengan kebutuhan Anda saja..

WhatsApp HUBUNGI KAMI